Paradigma Pendidikan Agama Kristen Berorientasi Masa Depan: Sinergi Keluarga, Gereja, dan Sekolah dalam Pembentukan Iman dan Karakter
DOI:
https://doi.org/10.2222/xmd4jt03Keywords:
Pendidikan Agama Kristen, keluarga, gereja, sekolah, karakter Kristiani.Abstract
Pendidikan Agama Kristen menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat perkembangan era digital, globalisasi, dan perubahan sosial yang berdampak pada pembentukan iman, karakter, serta spiritualitas generasi muda. Di sisi lain, sinergi antara keluarga, gereja, dan sekolah sebagai tiga pusat utama pendidikan iman masih belum berjalan secara optimal sehingga pembinaan peserta didik cenderung berlangsung secara parsial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merumuskan pola Pendidikan Agama Kristen yang berorientasi masa depan melalui integrasi peran keluarga, gereja, dan sekolah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap Alkitab, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola Pendidikan Agama Kristen masa depan harus dibangun secara holistik melalui kolaborasi ketiga institusi tersebut dengan mengintegrasikan pembentukan karakter Kristiani, penguatan identitas iman, literasi digital, dan pelayanan sosial. Pembahasan menegaskan bahwa sinergi keluarga, gereja, dan sekolah mampu menghasilkan generasi yang memiliki iman yang dewasa, karakter yang berintegritas, kompetensi akademik, serta kesiapan menghadapi tantangan masyarakat global tanpa kehilangan nilai-nilai Kristiani.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LUMINA Fidei

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



